Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.

Pygmaliondikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
* Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…….. ….how nice!!!!

Eksekutif bergaji Rp 8,8 M bangkrut, kini jadi pengantar Pizza

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. “Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi
ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf. “Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. . Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.


Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar. Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja. “Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya,” kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC. “Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan,”

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam
disita pihak kreditur. Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike’s Pizza Deli di kota Clearwaer. Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman. Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips.

Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini. >”Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, ‘ boleh pinjam uangmu? Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan,” lanjut Karpman.

Sekali lagi menyadarkan para PEKERJA apapun PANGKATNYA agar selalu mawas diri, ingat nanti. PHK itu bisa muncul kapan saja, maka jangan terlena dengan fasilitas yang saat ini MASIH Anda pinjam.

untuk pelajaran kita semua.. apapun yang kita miliki sebenarnya cuma titipan dr-NYa.

Trik Melawan malas bangun pagi

akarta, Apa yang Anda lakukan ketika membuka mata dan terbangun di pagi hari? Kebanyakan Anda pasti akan menjawab malas beranjak dari kasur. Segera hilangkan malas dan susun semangat di jam-jam awal mata terbuka dengan beberapa langkah tepat berikut.

Gerakan yang tepat di pagi hari akan membuat Anda fokus, bersemangat dan tampak positif meski rutinitas sehari-hari cukup melelahkan. Dikutip dari Prevention, Senin (10/8/2009), ini dia 8 tips yang akan membuat Anda menyambut pagi dengan lebih bersemangat.

1. Lihatlah Sesuatu Yang Berwarna
"Ketika mata Anda terbuka dan melihat sesuatu yang berwarna, adrenalin akan terpicu dan seketika itu pula energi Anda akan terdorong," ujar Leatrice Eiseman, direktur eksekutif dari Pantone Color Institute.

Gunakan warna-warna cerah seperti merah, orange atau kuning pada bantal, selimut atau apapun yang berada dekat area kasur ketika Anda membuka mata untuk pertama kalinya.
2. Bangun dan Lihatlah Bunga Mawar
"Melihat sekuntum bunga mawar ketika terbangun, terutama bagi wanita akan meningkatkan mood dan semangatnya yang akan bertahan sepanjang hari," ujar Nancy Etcoff, PhD, anggota Harvard Medical School and the Harvard University Mind/Brain/Behavior Initiative.

3. Berhenti Memencet Tombol 'Snooze' di Alarm Anda
"Ketika Anda menekan tombol snooze, otak Anda tahu dan akan berkata bahwa bunyi itu akan mati beberapa menit lagi, sehingga Anda akan tertidur lebih pulas. Tapi itu juga artinya Anda akan lebih capek mendengar bunyi itu daripada ketika mendengar bunyi itu pertama kalinya.

"Strategi yang paling tepat adalah menyetel alarm pada jam dimana Anda benar-benar akan bangun, tidak usah menyetelnya lebih awal karena Anda tahu hal itu hanya akan membuat Anda lebih sering menekan tombol snooze," ujar Jodi Mindell, PhD dari The Sleep Disorders Center at the Children's Hospital of Philadelphia.

4. Gambarkan Harimu Sejenak
Ketika Anda benar-benar terbangun, tutup mata sejenak dan gambarkan apa yang akan Anda kerjakan pada hari itu dengan penuh semangat dan positif. "Berimajinasi tentang aktivitas selanjutnya akan merangsang otak untuk berpikir dan Anda akan berusaha mewujudkannya ketika benar-benar beraktivitas," ujar Dana Lightman, PhD, psikolog dai Abington, PA.

5. Minumlah Air Segera Setelah Bangun
Meminum segelas air segera setelah terbangun adalah cara yang baik untuk mengganti cairan tubuh yang berkurang semalamnya. "Segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh memerlukan air. Tanpa air yang cukup, sistem metabolisme dalam tubuh akan bekerja lebih keras yang dapat menyebabkan melemahnya fungsi organ," ujar Holly Andersen, MD, seorang asisten profesor di Weill Cornell Medical Center.

6. Biarkan Sinar Matahari Masuk
Sinar matahari yang menyentuh kulit akan membuat Anda lebih terbangun. Bacalah koran di dekat jendela atau keluarlah untuk sekedar minum kopi beberapa menit.

"Cahaya pagi yang masuk ke dalam tubuh bagaikan jam biologis yang akan menghentikan sekresi melatonin, hormon yang membuat seseorang mengantuk dan meningkatkan hormon serotonin yang memicu mood seseorang" ujar James B. Maas, PhD, seorang profesor psikologi di Cornell University.

7. Beri Sedikit Pijatan Di Wajah
Memijat area di sekitar wajah akan meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat bangun tidur. Mulailah memijat dari daerah kening, pipi, pukul-pukul dengan telapak tangan, kemudian daerah dagu dan akhirnya seluruh bagian wajah. Selain meningkatkan sirkulasi darah, gerakan memijat bisa membuat Anda berpijar dengan cepat.

8. Bermainlah Sedikit
Aktivitas fisik adalah satu cara ampuh untuk mengusir malas. "Melakukan seks di pagi hari contohnya bisa meningkatkan mood Anda karena beberapa hormon akan keluar, seperti hormon peningkat stamina (testosteron), energi (dopamin) dan ketenangan (oxytocin)," ujar Helen E. Fisher, PhD, seorang anthropolog dari Rutgers University.

Sistem Basis Data

NORMALISASI

A. Pendahuluan

Normalisasi adalah teknik perancangan yang banyak digunakan sebagai pemandu dalam merancang basis data relasional. Pada dasarnya, normalisasi adalah proses dua langkah yang meletakkan data dalam bentuk tabulasi dengan menghilangkan kelompok berulang lalu menghilangkan data yang terduplikasi dari tabel relasional.
Teori normalisasi didasarkan pada konsep bentuk normal. Sebuah tabel relasional dikatakan berada pada bentuk normal tertentu jika tabel memenuhi himpunan batasan tertentu. Ada lima bentuk normal yang telah ditemukan.
B. Defenisi Normalisasi
Normalisasi didefenisikan sebagai suatu teknik yang menstrukturkan/memecah/mendekomposisi data dalam cara-cara tertentu untuk mencegah timbulnya permasalahan dalam pengolahan data dalam basis data. Permasalahan tersebut berkaitan dengan penyimpangan-penyimpangan (anomalies) yang terjadi akibat adanya kerangkapan data dalam relasi dan inefesiensi pengolahan.
Proses normalisasi akan menghasilkan relasi yang optimal, yaitu:
a. Memiliki struktur record yang konsisten secara logik.
b. Memiliki struktur record yang mudah untuk dimengerti.
c. Memiliki struktur record yang sederhana dalam pemeliharaan.
d. Memiliki struktur record yang mudah untuk ditampilkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
e. Minimalisasi kerangkapan data guna meningkatkan kinerja system.
Untuk memudahkan dalam pembelajaran dalam normalisasi ini, ada beberapa istilah yang harus diketahui:
1. Entitas dan himpunan entitas
Entitas adalah individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas menunjuk pada individu suatu obyek. Entitas karyawan, entitas dokter adalah contohnya. Sekelompok entitas yang sejenis membentuk sebuah himpunan entitas (entity set).


2. Field / Atribut
Field atau atribut adalah deskripsi karakteristik (properti) dari entitas tersebut. Pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Contoh atribut adalah contohnya atribut nomor induk karyawan, nama karyawan pada entitas karyawan.
3. Hubungan/ relasi
Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas. Contohnya antara Mahasiswa dan mata_kuliah. Relasi ini nantinya direpresentasikan dalam bentuk kunci-kunci.
4. Candidate Key (kunci kandidat/kuni calon)
Kunci kandidat adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entitas
5. Primary Key (kunci primer)
Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian. Setiap kunci kandidat punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada.
6. Domain
Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. Domain mendefinisikan nama, tipe, format, panjang dan nilai masing-masing item data.
7. Integritas referensial
Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam basis data relasional untuk menjaga konsistensi data.
8. Alternate Key (kunci alternatif)
Kunci alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dapat dipakai sebagai kunci primer.


9. Foreign Key (kunci tamu)
Kunci tamu adalah satu atribut (satu set atribut) yang melengkapi satu relationship (hubungan) yang menunjukkan induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entitas anak dan sama dengan kunci primary induk direlasikan. Hubungan antara entitas induk dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak (one to many relationship).
10. Atribut harus bernilai (mandatory attribute) dan nilai Null
Atribut harus bernilai ini maksudnya adalah sejumlah atribut pada sebuah tabel yang ditetapkan harus berisi data. Nilai konstanta (Null) digunakan untuk mengisi atau menyatakan atribut-atribut yang nilainya memenag belum siap atau tidak ada.
11. Atribut turunan (derived atribut)
Derived atrbut adalah atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut atau tabel lain yang berhubungan. Atribut demikian sebetulnya dapat ditiadakan dari sebuah tabel, karena nilai-nilainya bergantung pada nilai dari atribut lainnya.
12. Kebergantungan Fungsi (functional dependencies)
Definisi dari functional dependencies adalah : diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi pada atribut X dari R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tepat satu nilai Y dalam R.
13. Dependensi fungsional sepenuhnya adalah sebagai berikut
Definisi dependensi fungsional sepenuhnya adalah sebagai berikut : Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi penuh pada atribut X dari R juika dan hanya jika atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X dan tidak mempunyai dependensi terhadap bagian dari X.
14. Kebergantungan transitif (transitif dependencies)
Definisi dari transitif dependencies adalah : Diberikan sebuah relasi R, atribut Z dari R adalah bergantung transitif pada atribut X dari R jika dan hanya jika Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X dan Z mempunyai dependnsi fungsional terhadap Y


C. Konsep Dasar
Normalisasi adalah bagian perancangan basis data. Tanpa normalisasi, sistem basis data menjadi tidak akurat, lambat, tidak efisien, serta tidak memberikan data yang diharapkan.Pada waktu menormalisasi basis data, ada empat tujuan yang harus dicapai, yaitu:
a. Mengatur data dalam kelompok-kelompok sehingga masing-masing kelompok hanya menangani bagian kecil sistem.
b. Meminimalkan jumlah data berulang dalam basis data.
c. Membuat basis data yang datanya diakses dan dimanipulasi secara cepat dan efisien tanpa melupakan integritas data.
d. Mengatur data sedemikian rupa sehingga ketika memodifikasi data, anda hanya mengubah pada satu tempat.
Perancang basis data terkadang menyebut keempat tujuan dengan istilah integritas data, integritas referensial dan pengaksesan data.
Tujuan normalisasi adalah membuat kumpulan tabel relational yang bebas dari data berulang dan dapat dimodifikasi secara benar dan konsisten. Ini berarti bahwa semua tabel pada basis data relasional harus berada pada bentuk normal ketiga (3NF). Sebuah tabel relasional berada pada 3NF jika dan hanya jika semua kolom bukan kunci adalah (a) saling independent dan (b) sepenuhnya tergantung pada kunci utama. Saling independen berarti bahwa tidak ada kolom bukan kunci yang tergantung pada sembarang kombinasi kolom lainnya. Dua bentuk normal pertama adalah langkah antara untuk mencapai tujuan, yaitu mempunyai semua label dalam 3NF.
D. Aturan Normalisasi
Berikut adalah aturan-aturan normalisasi :
1. Hilangkan kelompok berulang buat tabel terpisah untuk setiap himpunan atribut yang berhubungan dan tentukan kunci utama pada masing masing tabel.
2. Hilangkan data berulang jika sebuah atribut hanya tergantung pada sebagian kunci utama gabungan, pindahkan atribut ke tabel lain.
3. Hilangkan kolom yang tidak tergantung pada kunci jika atribut tidak tergantung pada kunci, pindahkan atribut ke tabel lain.
4. Pisahkan relasi majemuk, tidak ada data yang bisa mengandung dua atau lebih relasi relasi 1:n atau n:m yang tidak berhubungan langsung.
5. Pisahkan relasi majemuk yang berhubungan secara semantic, ada batasan pada informasi yang memperbolehkan pemisahan relasi many to many yang berhubungan secara logis.
6. Bentuk normal optimal, sebuah model hanya dibatasi oleh fakta sederhana.
7. Bentuk normal domain key, sebuah model harus terbebas dari semua anomaly.

E. Level Normalisasi
Teori normalisasi dibangun menurut konsep level normalisasi. Level normalisasi dijelaskan berdasarkan kriteria tertentu pada bentuk normal. Bentuk normal yang dikenal sampai saat ini meliputi bentuk 1NF, 2NF, 3NF, BCNF ,4NF, 5NF, DKNF, RUNF. Secara berturut-turut masing-masing level akan dibahas berikut ini, dimulai dari bentuk tidak normal.
1. Relasi bentuk tidak normal (Un Normalized Form/UNF)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. Bentuk ini harus dihindari dalam perancangan basis data. Relasi bentuk ini memiliki beberapa kriteria, yaitu:
a. Jika relasi memiliki bentuk non flat file.
b. Jika relasi memuat set atribut berulang.
c. Jika atribut memuat atribut non atomic value.
Contoh: Data mahasiswa sbb:
NIM Nama Hobi
10012 Heru Susanto Sepak bola, berenang, membaca komik
10013 Zulaikha Memasak, memprogram komputer
10014 Dini Menjahit, membuat roti
2. Relasi bentuk normal kesatu (first normal form /1NF)
Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam file data (flat file), data dibentuk dalam satu record. Tidak ada set atribut yang berulang-ulang atau atribut bernilai ganda. Relasi disebut 1NF jika memenuhi kriteriasebagai berikut:
a. Jika seluruh atribut dalam relasi bernilai atomic.
b. Jika seluruh atribut dalam relasi bernilai tunggal.
c. Jika relasi tidak memuat set atribut berulang.
d. Jika semua record mempunyai sejumlah atribut yang sama.
Permasalahan dalam relasi 1NF adalah sebagai berikut:
a. Tidak dapat menyisipkan informasi parsial.
b. Terhapusnya informasi ketika mengahapus sebuah record.
c. Pembaharuan atribut non kunci mengakibatkan sejumlah record harus diperbaharui.
Contoh: Data mahasiswa sbb:
NIM Nama Hobi
10012 Heru Susanto Sepak bola, berenang, membaca komik
10013 Zulaikha Memasak, memprogram komputer
10014 Dini Menjahit, membuat roti
Atau
NIM Nama Hobi 1 Hobi 2 Hobi 3
10012 Heru Susanto Sepak bola berenang Membaca komik
10013 Zulaikha Memasak Memprogram komputer
10014 Dini Menjahit Membuat roti
Tabel-tabel diatas adalah tabel yang tidak memenuhi syarat 1NF.
Seharusnya jika tabel di buat dengan kriteria 1NF tabel akan menjadi seperti dibawah ini:
• Tabel mahasiswa:
NIM Nama
10012 Heru Susanto
10013 Zulaikha
10014 Dini

• Tabel Hobi
NIM Hobi
10012 Sepak bola
10012 Berenang
10012 Membaca komik
10013 Memasak
10013 Memprogram computer
10014 Menjahit
10014 Membuat roti
Untuk mengubah bentuk UNF menjadi bentuk 1NF adalah dengan cara sebagai berikut:
a. Melengkapi nilai-nilai dalam atibut.
b. Mengubah struktur relasi.
3. Relasi bentuk normal kedua (second normal form /2NF).
Kriteria pada bentuk 2NF yaitu:
a. Bentuk data telah menjadi bentuk normal pertama.
b. Atribut bukan kunci haruslah bergantung fungsi secara penuh kepada kunci primer, bukan bergantung hanya sebagian kunci primer saja, sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field.
c. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut yang lain yang menjadi anggotanya.
d. Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency pada primary key.
e. Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key).
f. Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan .
Permasalahan dalam relasi 2NF adalah sebagai berikut:
a. Kerangkapan data.
b. Pembaharuan yang tidak benar dapat menimbulkan ketidak-konsistenan data.
c. Proses pembaharuan data tidak efisien.
d. Permasalahan pada saat penyisipan, penghapusan, dan pembaharuan.

Contoh :Tabel nilai mahasiswa
nrp mhs.nama mhs.alamat kodekul namakul sks kodesm nihuruf dsn.nama dsn.alamat
21 Abdullah Medan SP Agama 2 1 A Imam Jl. Teh
22 Fajril Jakarta SP Agama 2 1 A Imam Jl. Teh
23 Ridho Pekan baru SP Agama 2 1 A Imam Jl. Teh
24 Christanto bandung SP Agama 2 1 D imam Jl. Teh

Functional dependencynya adalah sbb:
{Mhs_nrp, mk_kode} à nihuruf (fd1)
Mhs_nrp à {mhs_nama, mhs_alamat} (fd2)
Mk_kode à {mk_nama, mk_sks} (fd3)
fd1 (mhs_nrp, mk_kode, nihuruf) à Tabel Nilai
fd2 (Mhs_nrp, mhs_nama, mhs_alamat) à Tabel Mahasiswa
fd3 (mk_kode, mk_nama, mk_sks) à Tabel MataKuliah
Untuk mengubah relasi 1NF menjadi bentuk 2NF, dapat dilakukan dengan cara:
a. Identifikasikan ketergantungan fungsional relasi 1NF.
b. Dekomposisi relasi 1NF menjadi relasi-relasi baru sesuai ketergantungan fungsionalnya.


4. Relasi bentuk normal ketiga (third normal form /3NF)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Relasi haruslah dalam bentuk normal kedua (2NF).
b. Semua atribut tidak mempunyai ketergantungan transitif terhadap kunci primer.
c. Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya.
d. A,Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X maka:
e. X harus menjadi superkey pada tabel tsb.
f. Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tsb.
Contoh:
Tabel berikut memenuhi 2NF, tapi tidak memenuhi 3NF:
NIM Nama Alm_Jalan Alm_Kota Alm_Provinsi Alm_Kodepos
Mahasiswa
a. karena masih terdapat atribut non primary key (yakni alm_kota dan alm_Provinsi) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lain (yakni alm_kodepos):
b. {alm_Provinsi, alm_kota},Sehingga tabelalm_kodepos tersebut perlu didekomposisi menjadi:
c. Mahasiswa (Nrp, nama, alm_jalan, alm_kodepos)
d. Kodepos (alm_kodepos, alm_provinsi, alm_kota)
Untuk mengubah relasi 2NF menjadi bentuk relasi 3NF, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Identifikasi ketergantungan transitif relasi 2NF.
b. Dekomposisi relasi 2NF menjadi relasi-relasi baru sesua ketergantungan transitifnya.
5. Relasi bentuk normal Boyce-Cood (Boyce-Cood norm form /BCNF)
Bentuk ini dikenalkan oleh R.F. Boyce dan E.F. Cood. Relasi ini memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Jika memenuhi kriteria 3NF.
b. Jika semua atribut penentu merupakan candidat key.
c. Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: Y makaX X adalah super key .
d. Tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
e. Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya, untuk functional dependency A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.X

6. Relasi bentuk normal keempat (forth norm form/4NF)
Relasi ini memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Jika memenuhi kriteria BCNF.
b. Semua atribut yang mengalami ketergantungan pada banyak nilai adalah bergantung secara fungsional.
c. Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies
Contoh: Tabel berikut tidak memenuhi 4NF:
Employee Project Skill
Jim 11 Program
Mary 5 Design
Mary NULL Analysis

Setiap employee dapat bekerja di lebih dari project dan dapat memiliki lebih dari satu skill. Untuk kasus seperti ini tabel tersebut harus di-dekomposisi menjadi:
(Employee, Project)
(Employee, Skill)
7. Relasi bentuk normal kelima (fifth norm form/5NF)
Relasi ini memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Kerelasian antar data dalam relasi tersebut tidak dapat direkonstruksi dari struktur relasi yang memuat atribut yang lebih sedikit.
b. Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
c. Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula
8. Relasi bentuk normal domain(domain key norm form/DKNF).
Suatu relasi disebut sebagai DKNF, jika setiap batasan dapat disimpulkan secara sederhana dengan mengetahui sekumpulan nama atribut dan domainnya selama menggunakan sekumpulan atribut pada kuncinya. Bentuk ini dikemukakan oleh R. Fagin pada tahun 1981 dan bersipat sangat spesifik, artinya tidak semua relasi dapat mencapai level ini.
F. Efek Normalisasi
Sebagaimana yang terjadi pada hampir semua usaha pemecahan permasalahan, akan menimbulkan efek samping yang negative. Pada kenyataannya, penerapan normalisasi juga mengakibatkan efek samping yang tidak di harapkan, yaitu:
a. Proses dekomposisi relasi akan mengakibatkan munculnya duplikasi rinci data pada atribut kunci penghubung.
b. Dekomposisi relasi membuka kemungkinan tidak terpenuhinya integritas referensialdalam basis data.
c. Dekomposisi relasi akan menghasilkan semakin banyak jumlah relasi baru, sehingga mengakibatkan inefesiensi proses menampilakan kembali data-data dari dalam basis data.
d. Adanya batasan penerapan pada beberapa DBMS untuk ukuran komputer pribadi, berkaitan dengan batas maksimal relasi yang dapat dibuka secara bersamaan.

Musik Online

Buku Tamu

Arsip Gwe

Waktu Shalat

Pengunjung